inilah nama-nama nabi yang pertama kali mengerjakan sholat lima waktu

Diceritakan terdapat nabi-nabi yang menjalankan sholat sebelum sholat lima waktu yang sekarang dilaksanakan oleh umat nabi s.aw. Secara berurutan inilah nama-nama nabi yang pertama kali mengerjakan sholat lima waktu itu.

 

Subuh

Manusia pertama yang mengerjakan sholat subuh ialah Nabi Adam AS Yaitu ketika Nabi adam keluar dari surga lalu diturunkan ke bumi. Hal pertama yang dilihatnya adalah kegelapan dan nabi adam merasa takut yang amat sangat,maka apabila fajar subuh telah keluar,Nabi adam AS pun bersujud dua kali.

Sujud pertama; sebagai tanda syukur karena terlepas dari kegelapan malam. Sedangkan sujud kedua, bersyukur atas datangnya siang.

 

Zuhur

Manusia pertama yang mengerjakan sholat zuhur adalah nabi Ibrahim AS yaitu tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi ismail AS. Seruan itu datang pada waktu tergelincirnya matahari,lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat kali.

Sujud pertama, adalah sebagai tanda bersyukur bagi penebusan, yang kedua adalah tanda syukur atas dihilangkannya kedukaan dari dirinya dan anaknya, ketiga tanda syukur atas keridhaan Allah, dan keempat tanda syukur karena Allah menganti tebusannya.

 

Ashar

Manusia pertama yang mengerjakan shalat Ashar ialah Nabi yunus AS ketika dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan NUN. Ikan NUN telah memuntahkan Nabi yunusditepi pantai sedangkan ketika itu telah masuk waktu ashar. Maka bersyukurlah Nabi yunus lalu bersujud sebanyak empat kali karena telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada empat kegelapan.

Sujud pertama, kegelapan akibat kesalahan meninggalkan kaumnya, kedua, kegelapan malam dalam lautan, ketiga, kegelapan malam akibat berhari-hari lamanya di dalam perut ikan Nun, dan keempat kegelapan dalam perut ikan Nun.

 

Magrib

Manusia pertama yang mengerjakan sholat magrib ialah Nabi Isa AS yaitu ketika nabi isa dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya,sedangkan waktu itu telah terbenamnya matahari. Maka Bersyukurlah Nabi isa dengan melakukan sujud tiga kali.

Sujud pertama adalah untuk menafikkan bahwa tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, kedua menafikkan zina yang dituduhkan atas ibunya, dan yang ketiga untuk meyakinkan kaumnya bahwa tuhan itu hanya satu dan bukan tiga.

 

Isya’

Manusia yang pertama kali mengerjakan shalat isya’ ialah Nabi Musa as. Ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedangkan dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan duka citanya itu pada waktu isya’ yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi musa sebanyak empat kali sebagai tanda bersyukur.

Sujud pertama sebagai tanda duka cita terhadap istrinya, kedua sebagai tanda duka cita terhadap Fir’aun, yang ketiga tanda dukacita terhadap saudaranya Harun, dan yang keempat adalah tanda duka cita terhadap anak Fir’aun.

Kenapa

asking-whySedulurku tercinta,saya melihat semua keluh kesah yang ada ini bagai Musa berhadapan dengan Khidir itu, dimana kalimat yang diajukan selalu:kenapa,kenapa,kenapa,kenapa,kenapa,kenapa,kenapa???

Kalimat ini menunjukkan kebelum adanya pemahaman secara Keseluruhan,kalau memang sampai pada pemahaman atas kejadian Keseluruhan tentu ujungnya akan selalu berucap:O,O,O,O,O,O,O,O,O,O,O.

Untuk sampai pada kesadaran ini bermula dari asumsi:
apakah kita tahu kejadian masa lalu,
apakah kita memahami keadaan yang sekarang,
dan apakah kita tahu keadaan atau kejadian yang akan datang???

Lalu kita runut secara teks bahwa Rabb itu akan menunjukkan amal baik walau seberat atom,dan akan menunjukkan amal jelek walau seberat atom.
Tambah lagi Firman Dia bahwa semua kejadian yang ada ini–tak ada yang sia-sia,
lebih jauh lagi bahwa semua ranah ciptaan ini–langit bumi,siang malam dengan segala kejadiannya, itu “tak ada yang salah”, Maha Suci Dia.

Kalau sesuatu itu terasa menyenangkan,
banyak yang gampang memahami-
-walau kadang juga tak menyadari kalau yang menyenangkan itu juga akan berbalik,namun akan terasa sulit memahami kalau sesuatu itu terasa tidak enak,menyakitkan,musibah bahkan prahara yang tak terperikan.

Pertanyaan dengan kenapa akan menjadi deretan yang tak terperikan panjangnya:
kenapa muskin,
kenapa sakit,
kenapa kecurian,
kenapa putus pacar,
kenaapa bercerai,
kenapa kecelakan,
kenapa usaha gagal,
kenapa jadi laki-laki,
kenapa jadi perempuan,
kenapa dilahirkan,
kenapa dimatikan,
kenapa dihina,
kenapa diremehkan,
kenapa ada kegelapan,
kenapa ada mendung,
kenapa ada badai,
kenapa gempa,
kenapa ada tsunami,
kenapa ada letusan gunung,
kenapa ada setan,
kenapa ada berbedaan agama,
kenapa ada maling,
kenapa ada perbedaan warna kulit,
kenapa ada perbedaab suku bangsa,
kenapa ada perbedaab bahasa,
kenapa ada rampok,
kenapa ada penjahat,
kenapa ada cekcok,
kenapa ada bentrok,
kenapa ada peperangan,
kenapa ada kritik,
kenapa ada Yahudi,
kenapa ada Amirika?
Kenapa?Kenapa?Kenapa?Kenapa?

Inilah yang disebut Misteri,
dimana kita harus memeluknya dengan cara Kepasrahan-
-yang secara bahasa adalah Keislaman,
karena kalau tidak maka akan muncul pukulan-pukulan yang menjadikan rasa “tidak enak semua” dalam hidup,
bahkan lebih jauh akan hanya melihat “kesalahan-kesalahan” terus menerus,
hal ini akan berakibat punya kesan di hati bahwa ada yang sia-sia,padahal menurut Allah itu tak ada yang sia-sia dalam hidup ini,tak ada yang salah dalam setiap ciptaan dan kejadian.
Kalau diantara kita masih memandang ada yang sia dan salah, ini berarti soal amat sanngat adanya “kebodohan” yang musti ditangisi dengan kalimat:subhanaka inni kuntu minadzdzalimin,laailahailla anta–Maha Suci Engkau,sugguh kami ini termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri,tak ada Rabb selain Engkau.Contoh sederhana, kalau anda kemalingan misalnya, adakah kesadaran masa lalu bahwa anda juga pernah maling, lalu keadaan sekarang dengan menyadari bahwa kemalinganmu ini bagian dari cara Rabb mengamankan keadaanmu akan masa yang akan datang,atau tak adanya kesadaran bahwa karena anda bakhil maka ada cara Dia yang musti memaksa anda dengan cara itu. Bagaimana???

Kemudian secara kesejarahan,misalnya kenapa kelompok itu saling membantai.Lalu pertanyaanya:apakah anda tahu sejarah masa lalu mereka,apakah anda tahu keadaan sekarang mereka,dan lebih jauh apakah anda tahu rahasia hidup mereka masa yang akan datang,sejauh dihadapan Rabb itu????Kalau anda putus pacar misalnya,maka asumsi yang harus disadari adalah: apakah masa lalu anda juga pernah menyakiti dengan cara yang sama, apakah anda tahu bahaya seandainya hubugan itu diteruskan, dan apakah anda tahu kalau Rabb berkehendak untuk diberikan jodoh yang lebih baik dari yang kau anggap menyakitimu itu??? Sementara yang kau anggap menyakitimu itu akan menerima kesedihan yang panjang dibanding dirimu karena sebentuk siksaan abadi???

Kawan-kawan,
pasrahlah bagai kepasrahan Kanjeng Nabi saw itu,
beliau itu orang suci,
dan lihatlah sepanjang hidupnya:
apakah beliau sempat senang-senang seperti kita ini???
Bahkan apakah beliau tidak tahu
kalau akan menerima tragedi bagi anak cucunya ini???
Apakah kau sangka diracunnya Sayyidina Hasan itu adalah kehinaan???
Apakah dipenggalnya Husein itu adalah kenistaan???
Tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak,tidak..

dan aku belajar

Aku belajar bahwa aku tidak dapat memaksa orang lain mencintaiku, aku hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang aku cintai . . . 

Aku belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan, dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya . . .

Aku belajar bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan jarak yang jauh, beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati . . .

Aku belajar bahwa sebaik-baiknya pasangan itu mereka pasti pernah melukai perasaanku, dan untuk itu aku harus memaafkannya . . .

Aku belajar jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang aku inginkan, bukan berarti bahwa ia tidak mencintaiku .. .

Aku belajar bahwa aku harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus . . .

Aku belajar tidak masalah betapa buruknya patah hati, dunia tidak akan pernah berhenti hanya gara-gara kesedihanku . . .

Aku belajar bahwa aku tidak dapat merubah orang yang kusayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri . . .

Aku belajar bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadiku, tapi aku harus bertanggung jawab untuk apa yang telah aku lakukan . . .

Aku belajar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda . . .

Aku belajar bahwa tidaklah penting apa yang aku miliki tapi yang penting adalah siapa aku ini sebenarnya . . .

Aku belajar bahwa tiada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan kecuali aku ingin sakit hati . . .

Aku belajar bahwa aku harus memilihapakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu menguasai diriku . . .

Aku belajar bahwa aku punya hak untuk marah,tetapi bukan berarti aku harus benci dan berlaku bengis . . .

Aku belajar bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat  perpisahaan dengan orang yang aku cintai . . .

Seri Motivasi : Gambar yang mengubah hidup

  1. Kadangkala hidup ini ringan atau berat, tergantung dari jalan yang kamu pilih.a7adeff9-aeb5-4961-a587-ef38e925835f
  2. Kalau arahmu salah, semakin berjuang semakin tertekan!8ebcbea5-ac5d-429a-965f-2aa75a64ff07
  3. Mungkin suatu hari, kamu merasa itu hari terberatmu, tapi itu mungkin saja adalah penghasilanmu yang terbesar!f190c860-4d29-4c9c-8402-916973e64702
  4. Pantang menyerah, bertahan sedikit lagi maka kamu akan berhasil!6817a0e7-a6d4-41ee-afc4-22c66c723958
  5. Kadangkala orang yang mengulurkan tangannya padamu, belum tentu benar-benar ingin menolongmu.7fd26408-bcad-4034-9299-5fb6091349f6
  6. Kadangkala mempunyai berapa banyak dumber daya tidaklah penting, kalau kamu tidak tahu cara menggunakannya, selamanya kamu tidak akan pernah merasa cukup.1598c1ef-2319-49a4-bc8f-fbc2a42d6b2e
  7. Untuk bekerja sama, kita harus melepas keegoisan dan saling menghormati. Untuk bekerja sama seumur hidup, maka harus merubah kebiasaan buruk dan menjadi dewasa bersama. Kalau kamu hanya tau egois dan tidak bisa saling mempersilakan, maka suatu hari kamu pun akan kalah. Entah dalam pekerjaan, pernikaahan, persahabatan, kamu harus belajar menjadi dewasa bersama. 93503bb9-7147-4718-b89d-2585d8b8dc7f
  8. Dalam hidup ini, setiap orang membutuhkan sahabat yang seperti di gambar ini. Ketika kamu susah, maka aku akan menjadi penopang; ketika aku susah, dia akan menjadi penopang; ketika dia susah, kamu akan menjadi penopang. Kalau kamu memiliki sahabat seperti ini, hidup tidak aka nada penyesalan!899c057a-e68d-49e5-9528-30aeb80c84e2
  9. Tanpa kegiatan atau kesibukkan, maka malaspun akan tertanam dalam diri kita. Tanpa mimpi, maka kejatuhan akan berakar dalam diri kita. Semakin lama, akarnya akan semakin dalam. Sampai suatu hari bahkan mau berdiri pun sudah sangat sulit. 7c307122-3a33-4722-bdc2-889a6d6aecd0

Nama 25 nabi dan rasul yang dikenalkan Allah

Biodata Lengkap 25 Nabi dan Rasul

1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki
dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid,
nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒
Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Iraq.
Jumlah keturunannya: 4 putra
(Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.

4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒
Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.

5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.

6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Iraq).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.

7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.

8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.

10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.

12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.

14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.

15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.

16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.

18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.

19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.

20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.

21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.

23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.

24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.

25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 62 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.

(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya’ Ibn Katsir, Badai’ az-Zuhur Imam as-Suyuthi dan selainnya).

Maka Anda masih memiliki harapan

Jika Anda dapat melihat matahari terbenam dan tersenyum,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda dapat menemukan keindahan di warna bunga yang kecil,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda dapat menemukan kesenangan dalam gerakan kupu-kupu,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika senyum seorang anak masih dapat menghangatkan hati Anda,
maka Anda masih memiliki harapan …

Jika Anda dapat melihat kebaikan pada orang lain,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika hujan mengetuk dan melanggar di atas atap masih dapat membuai anda untuk tidur,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika melihat pelangi masih membuat anda berhenti dan menatap dengan takjub,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika bulu lembut hewan peliharaan yang disukai masih terasa menyenangkan di bawah ujung jari Anda,
maka Anda masih memiliki harapan …

Jika Anda bertemu orang baru dengan jejak kegembiraan dan optimisme,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika anda memberi orang manfaat dari keraguan,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda masih menawarkan tangan Anda dalam persahabatan kepada orang lain yang telah menyentuh hidup Anda,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika menerima kartu atau surat tak terduga masih membawa kejutan yang menyenangkan,
maka Anda masih memiliki harapan …

Jika penderitaan orang lain masih mengisi Anda dengan rasa sakit dan frustrasi,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda menolak untuk membiarkan persahabatan itu mati, atau menerima bahwa ia harus berakhir,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda berharap untuk suatu waktu ada di tempat yang tenang dan mereflesikan sejenak hati dan jiwa,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda masih membeli ornamen, menghiasin rumah atau memasak,
maka Anda masih memiliki harapan …

Jika Anda masih menyaksikan kisah cinta atau ingin berujung pada kebahagiaan,
maka Anda masih memiliki harapan …
Jika Anda dapat melihat ke masa lalu dan tersenyum,
maka Anda masih memiliki harapan ….

Jika, ketika dihadapkan dengan yang buruk, ketika diberi tahu bahwa semuanya sia-sia,
Namun anda masih dapat melihat dan mengakhiri percakapan dengan kalimat … yeah …. TAPI ..
Maka Anda masih memiliki harapan …

Bersyukurlah, dan slalulah berharap kepada Pemilik Segala Harapan.
inilah cara Tuhan menanamkan Iradah (kehendak) kepada hamba-Nya…

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

Yakin, sebelum ragu itu datang

Bila takut gelombang,
mengapa berlayar …..?
bila takut berkata cinta mengapa berikrar..

 

yakin, sebelum datang ragu,
sebagaimana engkau berikrar padaNya,

 

sesungguhnya
shalat,
ibadah,
hidup dan matiku
adalah milikMu… yaa Allah..

 

inilah cinta yang sesungguhnya,
yang sanggup arungi gelombang kehidupan
menuju pantai kedamaian yang tiada panas tiada pula dingin..

 

Perahu adalah jasadmu,
layar adalah iktiarmu,
kuatkan tiang layarmu.
mohon padaNya kekuatan, tuk arungi lautan kehidupan ini.

 

Jangan… perahumu tenggelam,
menabrak karang nafsumu,
berupa angan angan dalam akal khayalmu,
penyesalanpun tiada arti lagi.

 

Yakinlah padaNya,
sesungguhnya hidup dan mati ada dalam genggamannya,

 

bersujud kening cium bumi ketulusan,
senantiasa bumi memberi meski dihina dan dicaci,
ibu bagi ragaku karena tanah asal daripadaNya.

 

Innalillahi wainnaillaihi rojiun
segalanya adalah milik allah dan akan kembali pada allah

 

semuanya di ijabahi olehNya tidak memandang baik atau jelek
tanpa kecuali

 

seandainya allah tidak mengijinkan
niscaya tidak akan ada kejahatan dan keburukan
serta agama yang berbeda beda

 

hanya keyakinan diri
yang menentukan apa yang menjadi pilihannya
resiko tanggung sendiri

—-*—–

terimakasih atas nasehatmu, kakanda gus Alief Nur Muhammad

Biduk dan Ombak : Sebuah pengantar untuk mawas diri

1314160075ombakManusia hidup didunia fana ini, bagaikan sebuah Biduk (perahu kecil) yang bergulat mengarungi samudra luas untuk menuju dan sampai di Pantai Idaman. Tidak sedikit hambatan dan rintangan yang menghadang. Kadang berupa ombak yang besar, binatang laut yang ganas, kadang diterpa badai dan topan, kadang hujan lebat bercampur petir, bahkan Hujan dan petir bersahut-sahutan disertai ombak dan badai yang ganas menerpa sang biduk. Bidukpun menjadi oleng, berjalan sempoyongan, bahkan tak jarang pula membuat sang biduk, patah kemudi, robek layarnya, inipun masih beruntung bagi sang biduk karena masih dapat melanjutkan perjalanannya, tak jarang bahkan sang biduk menjadi pecah dan tenggelam ditelan ganasnya ombak badai yang menghantam.

Namun kadang kala juga datang angin buritan yang dapat membawa sang biduk berjalan cepat, sehingga lebih awal untuk sampai di pantai idaman, begitulah perjalanan sang biduk ditengah-tengah samudra luas yang penuh dengan rintangan dan tantangan, dan kadang pula penuh dengan keberuntungan. Apabila sang juragan biduk yang memegang kemudi tahu memperhitungkan, keadaan cuaca, tahu kapan boleh turun melaut dan kapan tidak boleh turun kelaut, dan sang juragan tahu arah jalan yang akan dituju, maka ia akan mudah untuk sampai di pantai idaman yang dituju tanpa banyak menemui hambatan dan rintangan dan resiko didalam perjalanan.

Begitu pula dengan hidup manusia didunia fana ini, sering mengalami musibah dalam hidupnya, karena lalai, teledor, dan kurang perhitungan, sehingga terjadi badai musibah menerpa dirinya, dan kemudian manusia sering berkata: Allah memberi ujian hidup, kepada Hamba-Nya, atau mengatakan Allah memberi Cobaan hidup kepadanya, yang datang dari Allah.Swt. Begitulah yang sering kita dengar, kita ucapkan selama ini.

Padahal sudah sangat jelas sekali Ayatnya:
LAA-ILLAHA ILLA-ANTA SUBHAANAKA INNI KUNTU MINADZHAALIMIIN
“Dialah Allah-ku yang Maha Suci dan Maha Sempurna, sesungguhnya aku adalah golongan orang orang yang dzhalim”

Nyatanya, diri kita sendiri yang mendzholimi diri ini sendiri.