Category Archives: MANAJEMEN

Sejarah Manajemen: Manajemen modern 1940 – Sekarang

Manajemen modern 1940 – Sekarang
Pelopornya adalah Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas Mc Gregor, Edar Schien, David Mc Cleland, Robert Blake and Jane Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker dan ahli-ahli manajemen operasi/manajemen sains. Manajemen modern adalah perluasan manajemen ilmiah. Manajemen modern mulai berkembang sejak tahun 1940 an dan banyak menggunakan manajemen sains atau manajemen operasi atau riset operasi sebagai pendekatan ilmu manajemen, yang banyak menggunakan ilmu matematika, fisika, untuk memecahkan masalah oprasional. Pada awalnya ilmu manajemen operasi digunakan dalam ilmu kemiliteran dalam hal-hal operasional militer. Tujuan dari manajemen sains/manajemen ilmu adalah untuk memberikan landasan kuantitatif dalam pengambilan keputusan (Gibson, Donelly, Ivancevich, 1996).
Dalam manajemen modern, konsep manajemen dibagi menjadi :
1. Manajemen berdasarkan hasil.
2. Manajemen berdasarkan tanggungjawab sosial.
3. Manajemen berdasarkan sasaran.
4. Manajemen berdasarkan pengecualian.
5. Manajemen terapan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI MASING – MASING ALIRAN

1. Teori Manajemen Ilmiah

Kelebihan Manajemen Ilmiah :
Dapat diterapkan pada berbagai macam kegiatan organisasi, disamping organisasi industri. Teknik efisiensi dari manajemen ilmiah seperti studi waktu dan gerak, menyadarkan bahwa pekerjaan dapat dibuat efifisan dan masuk akal.

Kelemahan Manajemen Ilmiah :
Manajemen ilmiah lebih berfokus pada manusia itu rasional untuk memperoleh material, tetapi kurang memperhatikan segi-segi sosial para pekerja.

2. Teori Manajemen Klasik

Kelebihan Manajemen Klasik :
Manajemen klasik mebuat pemisahan bidang-bidang utama praktek para manajer, sehingga sampai sekarang masih dapat diterima oleh para manajer praktisi (praktek).

Kekurangan Manajemen Klasik :
Dalam organisasi modern yang kompleks seperti sekarang, manajemen klasik dianggap terlalu umum. Di manajemen modern, terkadang garis wewenang agak kabur. Saat ini terkadang teknisi bisa mendapat perintah dari manajer pabrik (atasan dari atasan teknisi (mandor)). Ini membuat pertentangan antara prinsip pembagian kerja dan kesatuan perintah.

3. Manajemen Hubungan Manusiawi

Kelebihan Manajemen Hubungan Manusiawi :
Perhatian pada keterampilan manajemen manusia semakin ditingkatkan disamping keterampilan teknis manusia, karena penekanan pada hubungan sosial.

Kelemahan Manajemen Hubungan Manusiawi :
Peningkatan kondisi kerja dan peningkatan kepuasan kerja tidaklah menghasilkan kenaikan produktifitas sedramatis yang diperkirakan. Peningkatan produktifitas dipengarahui oleh banyak faktor antara lain teknologi, efisien, semangat kerja, dan lain-lain.

4. Manajemen Modern

Kelebihan Manajemen Modern :
Banyak digunakan dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari meliputi penganggaran modal, perencanaan produk, manajemen persediaan, penjadwalan, metode antrian, transportasi.

Kelemahan Manajemen Modern :
Konsep manajemen modern sulit dipahami karena perhitungannya yang sulit.

PUSTAKA:

  1. Robbins, Stephen P. 2003. Manajemen. Edisi Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.
  2. Silalahi, Ulbert. 1996. Pemahaman Praktis : Asas-asas Manajemen. CV.Mandar Maju, Bandung.
  3. Sule, Ernie Trisnawati, Kurniawan Saefulloh. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Prenada Media Group.
  4. http://www.vectorstudy.com/management_schools/classical_school.htm(diakses tanggal Fevruari 2012)
  5. www.cbe.wwu.edu/…/rprnts.historyofmanagementthought.pdf

Sejarah Manajemen: Manajemen Ilmiah 1870 – 1930

Pelopornya adalah Fredrik Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry Grant, Harrington Emerson. Teori manajemen ilmiah lahir dari adanya kebutuhan untuk menaikkan produktifitas. Di Amerika Serikat, di awal abad ke 20 tenaga terampil tidak banyak. Sehingga perlu dicari cara menaikkan efisiensi. Misalnya apakah suatu pekerjaan dapat digabungkan atau dihilangkan, dan lain-lain upaya efisiensi. Dalam upaya-upaya itu, Fredrik Taylor, yang sering disebut Bapak manajemen ilmiah, menyusun sekumpulan prinsip yang merupakan inti manajemen ilmiah.

Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915)
9 taylorFrederick Winslow Taylor adalah seorang yang disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Dalam buku “Management” dari James Stoner memaparkan keterlibatan Taylor dalam evolusi teori manajemen. Manajemen ilmiah timbul sebagian karena adanya kebutuhan untuk menaikkan produktivitas. Amerika Serikat khususnya, tenaga terampil tidak banyak di awal abad kedua puluh. Untuk mengembangkan produktivitas dicarilah cara-cara untuk menaikkan efisiensi pekerja.
Taylor mendasarkan sistem manajemennya pada penelitian waktu kerja (time studies) di bagian produksi tempat ia bekerja. Pendekatan ini menandai awal yang sebenarnya dari manajemen ilmiah. Bukannya berdasarkan pada cara-cara bekerja tradisional, Taylor menganalisis dan mengukur waktu gerakan-gerakan yang dilakukan oleh buruh pabrik baja dalam serangkaian pekerjaan. Dengan penelitian waktu sebagai dasarnya, Taylor dapat memecahkan setiap pekerjaan ke dalam komponen-komponennya dan merancang cara pengerjaan yang tercepat dan terbaik untuk setiap pekerjaan. Dengan demikian ia menentukan seberapa pekerja akan dapat bekerja dengan peralatan dan bahan yang tersedia.
Walaupun metode Taylor menghasilkan peningkatan-peningkatan produktivitas dan upah yang lebih tinggi pada keadaan tertentu, pekerja dan serikat buruh mulai menentang pendekatannya. Seperti para pekerja di Midvale, mereka takut bahwa pekerja yang bekerja lebih keras atau lebih cepat akan cepat menghabiskan pekerjaan apapun yang tersedia dan akan berakibat pemberhentian pekerja. Kenyataan bahwa para pekerja telah diberhentikan di perusahaan Simonds dan organisasi lain yang menggunakan metoda Taylor menyebabkan kekhawatiran itu. Dengan tersebarnya gagasan Taylor, penentangnya pun berkembang. Makin banyak pekerja menjadi yakin bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan apabila metoda Taylor digunakan.
Namun Taylor menjelaskan filsafatnya, Ia berkata bahwa gagasannya itu berdasar pada empat prinsip:
1. Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya metoda yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2. Pemilihan yang ilmiah terhadap pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggungjawab atas tugas yang paling cocok baginya.
3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk para pekerja.
4. Kerjasama yang erat dan bersahabat di antara manajemen dan pekerja.
Taylor mengatakan bahwa agar supaya prinsip itu dapat berhasil, dibutuhkan suatu “revolusi mental menyeluruh” di pihak manajemen dan pekerja. Daripada bertengkar mengenai keuntungannya masing-masing, mereka harus bersama-sama berusaha menaikan produksi. Dengan jalan itu, keuntungan akan ditingkatkan sampai ke tingkat di mana pekerja dan manajemen tidak akan berselisih. Singkatnya, Taylor berpendapat bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kesamaan kepentingan dalam meningkatkan produktivitas.

Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth ( 1868 -1924 dan 1878 – 1917 )
10 frankMereka adalah suami istri yang berkecimpung dalam mengembangkan manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor study gerak dan waktu, mengemukakan beberapa teknik manajemen yang di ilhami oleh pandapat Taylor. Dia tertarik pada pengerjaan suatu pekerjaan yang memperoleh effisiensi tertinggi. Sedangkan Lilian Gilbreth cenderung tertarik pada aspek-aspek dalam kerja, seperti penyeleksian penerimaan tenaga kerja baru, penempatan dan latihan bagi tenaga kerja baru. Bukunya yang berjudul The Pshicology of Management menyatakan bahwa tujuan akhir dari manajemen ilmiah yaitu membantu para karyawan untuk meraih potensinya sebagai mahluk hidup.

Hendry Laurance Gantt ( 1861 – 1919 )
11 henry granttHenry Laurence Gantt adalah seorang konsultan manajemen sekaligus seorang insinyur tekhnik mesin berkebangsaan Amerika. Karnyanya yang paling terkenal adalah Tabel Gantt ( Gantt Chart ) pada sekitar tahun 1910-an. Tabel Gantt ini pada awalnya ia gunakan untuk mengatur pelaksanaan manajemen pelaksanaan proyek insfrastruktur yang antara lain pembangunan Bendungan Hoover dan jalan lintas negara bagian, yang kemudian temuannya ini menjadi alat penting untuk pelaksanaan manajemen proyek selanjutnya.
Gantt lahir di Calvert County, Maryland, Amerika Serikat. Ia adalah lulusan sekolah menengah McDonogh tahun 1878, yang kemudian melanjutkan studinya di John Hopkins University. Setelah lulus ia menjadi seorang dosen dan penulis, sebelum akhirnya menjadi seorang ahli mesin. Pada tahun 1887 ia bekerja sebagai konsultan manajemen dengan bergabung dengan Tim Frederick W. Taylor untuk mengaplikasikan sistem pendekatan manajemen ilmiah untuk perusahaan peleburan besi Midvale Steel dan Betlehem Steel, hingga tahun 1893. Pada akhir karirnya sebagai konsultan Manajemen, ia manemukan metode manajemen yang dinamai Gantt Chart, di mana ia merancang sistem “task and bonus” untuk pola penggajian juga merancang sebuah metode ukur produktifitas dan efisiensi kerja. Ternyata Henry Gantt pernah kuliah, sekaligus menjadi alumni Stevens Institute of Technology dan tinggal sekamar di asrama dengan Frederick Winslow Taylor. Untuk karya dan perannya membangun teori dan alat ukur manajerial ia mendapat medali penghargaan dari ASME ( American Society of Mechanical Engineers ).
Teori manajemen Produksi Henry Gantt menghasilkan banyak temuan, yang antara lain :
1. Tabel Gantt (Gantt Chart),12 gantt chart hingga kini karya ini masih dianggap relevan untuk digunakan sebagai alat manajeman. Dia membut sebuah grafik penjadwalan sebgai alat untuk aplikasi perencanaan dan pengawasan sekaligus merekam keseluruhan perjalanan proyek. Dalam bahasa modern-nya tabel ini dinamai PERT (Program Evaluation and Review).
2. Industrial Efficiency, efisiensi industri hanya bisa terlaksana jika ada analisa ilmiah menyeluruh pada keseluruhan aspek yang ada dalam suatu pekerjaan. Tujuan adanya Manajemen Industri yang utama adalah melakukan peningkatan sistem untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan kecelakaan kerja.
3. The Task and Bonus System, ia merancang adanya bonus tambahan bagi manajer yang tergantung pada bagaimana manajer itu menyikapi karyawan dan meningkatkan kinerja mereka.
4. The Social Responbility of Business, ia percaya bahwa sebuah perusahaan memiliki tanggungjawab untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempatnya berada.
Gantt menciptakan banyak macam tabel ukur. Ia menciptakannya agar pemilik perusahaan dan penyelia dapat mengetahui dengan seksama apakah proses produksi sesuai penjadwalan, lebih cepat dari jadwal atau terlambat dari jadwal. Alat ukur manajeman modern masih mencantumkan aspek penilaian ini hingga saat ini

Gantt (1903) menjelaskan tentang adanya dua tipe bagan kerja :
1. “man’s record”, menunjukkan apa yang pekerja lakukan, dan apa yang seharusnya mereka lakukan.
2. “daily balance of work”, menunjukkan data jumlah pekerjaan yang ada, dan berapa jumlah pekerjaan yang terlaksana.
Gantt memberikan contoh dalam pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan beberapa hari untuk diselesaikan. Pada bagan ditunjukkan dua lajur, yang satu menunjukkan hari dan yang lain menunjukkan bagian-bagian pekerjaan yang harus dilakukan. Dicantumkan pula dalam bagan tersebut jumlah pekerjaan yang diharapkan selesai berdasarkan waktu dan kenyataan pelaksanaannya. Laporan perkembangan kerja harian ini kemudian di total secara keseluruhan. Ada petunjuk dari bagan tentang kapan hari suatu pekerjaan dimulai dan kapan seharusnya selesai. Keseluruhan metode ini dinamai Metode Perekaman dan Penjadwalan Kerja. Dalam tulisannya pada tahun 1903, Gantt juga menemukan sebuah metode yang dinamai production cards, kartu-kartu kerja yang diisi oleh operator tentang berapa pekerjaan yang dapat dilakukan setiap harinya.
Di tahun 1916 bukunya yang berjudul “Work, Wages, and Profits” ia menjabarkan secara jelas tentang pelaksanaan penjadwalan kerja di atas. Tetapi di bagian yang lain ia juga menjelaskan bahwa tabel di atas tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan baik jika manajer tidak mampu membacanya dengan baik, atau tidak peduli pada data yang diteliti. Pada 1919, bukunya yang berjudul “Organizing for Work” ia menyampaikan dua prinsip penting mengenai tabel tersebut. Yang pertama, mengukur jumlah aktivitas yang ada berbanding dengan jumlah waktu yang dibutuhkan. Kedua, pada akhirnya data tersebut dapat mewakili berapa jumlah ideal kerja yang mampu dilakukan dalam satu satuan waktu.

Harrington Emerson ( 1853 – 1931 )
14 emersonPrinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah Management by Objek (MBO). Pemborosan dan ketidak-efisien adalah masalah-masalah yang dilihatnya sebagai penyakit system industri. Oleh sebab itu dia mengemukakan 12 prinsip-prisip efisiensi yang sangat terkenal, yaitu :
1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
3. Adanya staf yang cakap.
4. Disiplin.
5. Balas jasa dan adil.
6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akutan dan ajeg – sitem informasi dan akuntansi.
7. Pemberian pemerintah – perencanaaan dan pengurutan kerja.
8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
9. Kondisi yang distandardisasi.
10. Opersi yang distandardisasi.
11. Instuksi-instruksi praktis tertulis yang standar.
12. Balas jasa efisiensi – rencana insentif.

Sejarah Manajemen: Awal Teori Manajemen 1771 – 1871

Awal Teori Manajemen 1771 – 1871

1Pada zaman dahulu kala, yang dikelompokkan sebagai zaman pra revolusi Industri sudah mulai mengenal praktek-praktek manajemen. Pembangunan situs-situs seperti di Cina, Mesir, Persia, Babilionia, Sumeria, dan beberapa negara-negara lainnya yang kita kenal sebagai keajiban dunia dibangun tentu menerapkan yang namanya prinsip-prisip manajemen.
Di Mesir ada namanya piramida raksasa, di Cina ada Tembok Cina, di Suria ada pembuatan tembok kota. Di Indonesia ada berdiri dengan kokoh Candi Borobudur, yang terletak di 4 km dari kota Yogyakarta. 4Candi Borobudur dibangun sekitar 800 tahun masehi diperkirakan pada zaman Nabi Sulaiman as. Aspek-aspek yang berkenaan dengan manajemen adalah, siapakah yang membangun candi tersebut? Siapa dan bagaimana masing-masing pekerja mengkoordinir dan bekerja sama mulai dari pengadaan bahan baku, mencampur dan menata batu-batu tersebut sehingga dapat berdiri kokoh. Tentu pada zaman dahulu telah di terapkan prinsip-prinsip manajemen walaupun sederhana sehingga dikategorikan sebaga zaman pra manajemen ilmiah.
3Manajemen sejarah atau zaman pra ilmiah merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu manajemen, kemudian pada abad pertangahan juga banyak ditemukan pemikiran-pemikiran yang diduga merupakan konstributor-konstributor yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen.

Adam Smith 1723 – 1790
5 adam smithPada tahun 1776, dikenal seorang pemikir dan tokoh ekonomi ialah Adam Smith. Mengapa Adam Smith dianggap mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen? Hal ini disebabkan Adam Smith menerbitkan sebuah buku yang menjadi doktrin para ahli ekonomi. Bukunya berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations), dimana dia mengemukakan “If a pin manufacturer tried to charge more than his competitors, they would take away his trade; if a workman asked for more than the going wage, he would not be able to find work; if a landlord sought to exact arent steeper than another with land of the same quality, he would get no tenants” (Adam Smith, An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nations, 1776)
Ketika membahas arti serakah dan adanya keinginan untuk mendapatkan laba dalam jangka panjang. Pada dasarnya, The Wealth of Nations memiliki empat pokok bahasan penting yaitu hakikat bahwa manusia itu serakah, mekanisme pasar bebas, teori nilai suatu barang, teori pembagian kerja dan teori ekumulasi kapital.

1. Hakikat Manusia Serakah
Manurut Adam Smith, pada hakikatnya manusia itu rakus, egoistis dan selalu mementingkan diri sendiri. Sifat manusia seperti ini, oleh Adam Smith, dianggap akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan. Sifat egoistis manusia ini tidak akan mendatangkan kerugian dan kerusakan masyarakat sepanjang ada persaingan bebas. Lebih lanjut dijelaskan bahwa setiap orang yang menginginkan laba dalam jangka panjang, tidak akan pernah menaikkan harga di atas tingkat harga pasar.
Jadi jika seorang penjual peniti mencoba menetapkan harga lebih tinggi dari harga yang ditetapkan oleh pesaing-pesaingnya, maka bisnisnya pasti akan hancur. Hal itu, disebabkan orang tidak mau lagi membeli peniti padanya dan berpindah pada pesaingnya. Begitu juga buruh yang menetapkan upah lebih tinggi dari upah pasar akan sulit memperoleh pekerjaan. Selanjutnya tuan tanah yang menetapkan sewa lebih tinggi untuk kesuburan tanah yang sama, tidak akan menemukan penggarap. Pada intinya, tindak tanduk manusia didasarkan pada kepentingan diri sendiri (self interest), bukan belas kasihan dan juga bukan perikemanusiaan.
2. Mekanisme Pasar Bebas
The Wealth of Nations berpendapat dan menghendaki agar pemerintah sedapat mungkin tidak terlalu banyak campur tangan mengatur perekonomian. Perekonomian harus dibuarkan berjalan secara wajar tanpa campur tangan pemerintah, karena pada titik tertentu akan ada suatu tangan yang tidak kentara (invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah keseimbangan (equilibrium). Jika banyak campur tangan pemerintah, pasar justru akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian dalam ketidakefisienan (inefficiency) dan ketidakseimbangan (disequilibrium).
Dengan demikian, walaupun setiap orang mengerjakan sesuatu didasarkan kepada kepentingan pribadi, tetapi hasilnya bisa selaras dengan tujuan masyarakat. Dampak aktivitas setiap individu dalam mengejar kepentingan masing-masing, justru lebih baik dibandingkan dengan tiap orang berusaha memajukan masyarakat. Adam Smith tidak percaya dengan ‘maksud baik’, baik dari perorangan dan dari pemerintah, sehingga mengatakan bahwa jalan ke neraka selalu dihiasi dengan maksud-maksud baik.
3. Teori Nilai
Barang memiliki dua nilai, pertama nilai guna (value in use) kedua nilai tukar (value in exchange). Nilai tukar atau harga suatu barang ditentukan oleh sejumlah tenaga (labor) yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut. Harga labor merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tenaga ‘labor‘ yang dicurahkan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Harga labor adalah upah yang diterimanya dalam menghasilkan barang tersebut. Tingkat Upah sekaligus menentukan perbedaan tingkat keterampilan labor.
Hubungan nilai guna dan nilai tukar, dijelaskan bahwa suatu barang yang mempunyai nilai guna tinggi kadang-kadang tidak mempunyai nilai tukar. Sebaliknya, ada barang yang mempunyai nilai tukar tinggi, tetapi tidak berfaedah dalam kehidupan. Contohnya adalah air dan intan. Dengan demikian, bagi Adam Smith nilai tukar dapat diartikan dengan kemampuan sesuatu barang untuk memperoleh barang lain. Hal itu berarti nilai tukar suatu barang sama dengan harga barang itu sendiri.
4. Teori Pembagian Kerja
Produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui pembagian kerja (division of labor). Pembagian kerja akan mendorong spesialisasi, orang akan memilih mengerjakan yang terbaik sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Adanya spesialisasi berarti setiap orang tidak perlu menghasilkan setiap barang yang dibutuhkan secara sendiri-sendiri. Akan tetapi, hanya menghasilkan satu jenis barang saja. Kelebihan barang atas kebutuhan sendiri itu dipertukarkan atau diperdagangkan di pasar.
Contohnya pembuatan peniti. Jika setiap orang melakukan semua jenis pekerjaan sendiri-sendiri termasuk di dalamnya meluruskan kawat, memotongnya, meruncingkan dan memasangkan kepala peniti, maka hasil yang diperoleh kecil. Akan tetapi jika dilakukan pembagian tugas, yang satu khusus meluruskan, yang lain memotong dan seterusnya, maka hasil produksi peniti secara total akan menjadi lebih banyak. Dengan demikian, pembagian tugas telah menyebabkan setiap orang ahli di bidangnya dan meningkatkan produktivitas.
5. Teori Akumulasi Kapital
Setiap orang berkeinginan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Peningkatan kesejahteraan bisa diperoleh dengan meningkatkan laba. Maka cara terbaik untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya adalah dengan melakukan investasi yaitu membeli mesin-mesin dan peralatan. Dengan mesin dan peralatan tersebut, maka produktivitas labor akan meningkat, yang berarti peningkatan produksi perusahaan. Jika perusahaan melakukan hal yang sama, output nasional, maka berarti kesejahteraan masyarakat akan meningkat pula.
Adam Smith menganggap penting arti akumulasi kapital bagi pembangunan ekonomi. Sistem ekonomi yang dianut sesuai pemikiran Adam Smith adalah sistem ekonomi liberal atau sistem kapitalisme. Salah satu cirinya adalah sistem ini memberikan keleluasaan yang besar bagi setiap individu untuk bertindak dalam perekonomian atau juga diartikan suatu sistem yang sangat menekankan kepada akumulasi kapital dalam pembangunan.

Revolusi Industri 1750 – 1850

6 revolusi industriRevolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Revolusi Industri yang berlangsung di Inggris merupakan tonggak sejarah umat manusia dimana ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Penemuan ini menandai digantikannnya tenaga manusia dalam bekerja dengan penggunaan tenaga mesin. Adanya penggunaan mesin-mesin khususnya di pabrik menjadikan praktek-praktek manajemen dibutukan untuk meramalkan permintaan, menjamin banyaknya bahan baku dan ketersediaannya, memberikan tugas kepada orang-orang mengarahkan kegiataan sehari-hari, mengkoordinir berbagai macam pekerjaan, menjamin agar mesin-mesin tetap dalam kondisi yang baik, menemukan pasar bagi produk-produk jadi dan banyak lainnya.
Embrio dari dua inti manajemen yakni efisien dan efektifitas dalam organisasi merupakan fase awal yang mulai dikenal dalam revolusi Industri. Dua hal di atas, yakni pemikiran dari Adam Smith dan Revolusi Industri menurut Sthepen P.Robin merupakan dua hal yang menjadi latar belakang sejarah berkembangnya manajemen sebagai ilmu pengetahuan, sehingga dari sanalah mulai dijabarkan.

Robert Owen (1771-1858)
7 robet owenRobert Owen adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanark, Skotlandia dalam tahun di awal 1800-an. pada masa itu, kondisi kerja dan hidup para pekerja sangat buruk. Pekerja anak-anak yang berumur lima atau enam tahun adalah umum dan standar waktu kerja adalah tiga belas jam sehari. Owen menganggap jabatan manajer sebagai pengubah (reform). Ia membangun perumahan yang lebih baik untuk para pekerjanya dan membuka toko perusahaan dimana barang-barang dapat dibeli dengan murah. Ia mengurangi jam kerja menjadi 10,5 jam dan menolak untuk menerima anak-anak dibawah sepuluh tahun untuk bekerja.
Owen tak pernah menyatakan bahwa ia berjuang untuk melakukan perubahan atas dasar kemanusiaan semata-mata. Ia berpendapat bahwa dengan memperbaiki kondisi pekerja maka produksi dan keuntungan dengan sendirinya akan meningkat. Sementara manajer lain memusatkan penanaman modal pada perbaikan-perbaikan teknis, Owen menekankan fakta bahwa yang terbaik dalam menanamkan modal adalah pada pekerja, atau seperti yang disebutnya “mesin vital”.
Di samping melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik pemintalnya, Owen menetapkan sejumlah prosedur kerja khusus yang juga menyebabkan naiknya produktivitas. Sebagai contoh, pekerjaan seorang buruh dinilai secara terbuka setiap hari. Owen percaya bahwa penilaian terbuka ini bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahan, tetapi juga memberikan kebanggaan dan mendorong persaingan. Dalam organisasi kita masa kini, kebiasaan memasang dan mempublikasikan angka-angka penjualan dan produksi didasarkan pada prinsip psikologi yang sama.
Itulah pemikiran manajemen klasik dari Robert Owen. Dari pengalamannya sebagai seorang manajer membuat Owen mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan pemikiran manajemen yang sistematis dan mampu menyelesaikan masalah manajemen disekitarnya.

Charles Babbage (1792-1871)
8 charles barbaggeCharles Babbage (1792-1871) adalah seorang profesor matematika Inggris yang menggunakan banyak waktunya mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ia menjadi yakin bahwa penerapan prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya.
Babbage merupakan penganjur awal dari prinsip pembagian tenaga kerja. Ia percaya bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah sehingga bermacam-macam keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap pekerja kemudian dapat dididik dalam satu keterampilan khusus dan harus bertanggungjawab hanya pada sebagian dari keseluruhan proses (bukan pada keseluruhan). Dengan cara ini, waktu pendidikan yang mahal dapat dikurangi, dan pengulangan yang terus menerus dari setiap pekerjaan akan meningkatkan keterampilan pekerja dan menambah efisiensinya. Dalam pabrik perakitan masa kini, di mana setiap pekerja bertanggungjawab atas pekerjaan yang berulang-ulang yang berbeda-beda, pembagian kerja didasarkan pada gagasan Babbage.
Kontribusi Babbage pada manajemen sekarang jelas bagi kita. Yaitu gagasan mengenai pembagian kerja agar pekerjaan dilakukan lebih efektif dan efisien. Tentunya seorang pekerja harus terampil dalam bidangnya. Dan menurut Babbage, jika pekerja itu sudah melakukannya berulang-ulang, maka keterampilannya bertambah.

Sejarah Manajemen: Sebuah Pengantar

PENDAHULUAN

Pada dasarnya manajemen sudah lama dikenal umat manusia, berbagai praktek manajerial sebenarnya sudah diterapkan pada masa revolusi industri. Ilmu manajemen mulai dibakukan sebagai suat kerangka pengetahuan (science) setelah terjadi revolusi industri di inggris pada abad 18 pertengahan.
Mempelajari perkembangan ilmu manajemen sangat beragam dan banyak versi. Namun Sthepen P. Robbin (2012:29) membedakannya kedalam empat pendekatan yakni manajemen ilmiah, pendekatan administrasi, pendekatan kuantitatif, dan perilaku organisasi. Bila dibuatkan gambar seperti sebagimana di bawah ini.

1

Sumber: Stephen P. Robbins & Mary Coulter 2012

Gambar 1 Pendekatan Manajemen

Selain makalah ini memberikan penjelasan tentang sejarah dan gambaran bagaimana aliran pikiran manajemen, makalah ini juga menguraikan tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aliran tersebut serta penerapan masing-masing aliran pada bidang pendidikan.

 

Sejarah manajemen

Sejarah manajemen secara umum dapat dibagi ke dalam 5 aliran pada tabel 1 berikut:

Tabel 1 Aliran Manajemen

PERIODE WAKTU ALIRAN MANAJEMEN KONTRIBUTOR
1771 – 1871 Awal Teori Manajemen R. Owen, Charles Babage
1870 – 1930 Manajemen Ilmiah Fw. Taylor, Frank & Lilian Gilberth, Henry Gantt, Harington Emerson
1900 – 1930 Teori Organisasi Klasik Henry Fayol, James. D Money, Marry Porker Follet, Herbert Simon, Chester J. Benard
1930 – 1940 Hubungan Manusiawi Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, Hugo Munsterberg
1940 – Now Manajemen modern Abraham Maslow, Chris Argyris, D. Mc. Gregor, Edgar Schein, D. MC. Cleland, R. Blake & J. Mouton, Ernest Dale, Peter Drucker, dsb