Sejarah Manajemen: Awal Teori Manajemen 1771 – 1871

Awal Teori Manajemen 1771 – 1871

1Pada zaman dahulu kala, yang dikelompokkan sebagai zaman pra revolusi Industri sudah mulai mengenal praktek-praktek manajemen. Pembangunan situs-situs seperti di Cina, Mesir, Persia, Babilionia, Sumeria, dan beberapa negara-negara lainnya yang kita kenal sebagai keajiban dunia dibangun tentu menerapkan yang namanya prinsip-prisip manajemen.
Di Mesir ada namanya piramida raksasa, di Cina ada Tembok Cina, di Suria ada pembuatan tembok kota. Di Indonesia ada berdiri dengan kokoh Candi Borobudur, yang terletak di 4 km dari kota Yogyakarta. 4Candi Borobudur dibangun sekitar 800 tahun masehi diperkirakan pada zaman Nabi Sulaiman as. Aspek-aspek yang berkenaan dengan manajemen adalah, siapakah yang membangun candi tersebut? Siapa dan bagaimana masing-masing pekerja mengkoordinir dan bekerja sama mulai dari pengadaan bahan baku, mencampur dan menata batu-batu tersebut sehingga dapat berdiri kokoh. Tentu pada zaman dahulu telah di terapkan prinsip-prinsip manajemen walaupun sederhana sehingga dikategorikan sebaga zaman pra manajemen ilmiah.
3Manajemen sejarah atau zaman pra ilmiah merupakan cikal bakal berkembangnya ilmu manajemen, kemudian pada abad pertangahan juga banyak ditemukan pemikiran-pemikiran yang diduga merupakan konstributor-konstributor yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen.

Adam Smith 1723 – 1790
5 adam smithPada tahun 1776, dikenal seorang pemikir dan tokoh ekonomi ialah Adam Smith. Mengapa Adam Smith dianggap mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen? Hal ini disebabkan Adam Smith menerbitkan sebuah buku yang menjadi doktrin para ahli ekonomi. Bukunya berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations), dimana dia mengemukakan “If a pin manufacturer tried to charge more than his competitors, they would take away his trade; if a workman asked for more than the going wage, he would not be able to find work; if a landlord sought to exact arent steeper than another with land of the same quality, he would get no tenants” (Adam Smith, An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nations, 1776)
Ketika membahas arti serakah dan adanya keinginan untuk mendapatkan laba dalam jangka panjang. Pada dasarnya, The Wealth of Nations memiliki empat pokok bahasan penting yaitu hakikat bahwa manusia itu serakah, mekanisme pasar bebas, teori nilai suatu barang, teori pembagian kerja dan teori ekumulasi kapital.

1. Hakikat Manusia Serakah
Manurut Adam Smith, pada hakikatnya manusia itu rakus, egoistis dan selalu mementingkan diri sendiri. Sifat manusia seperti ini, oleh Adam Smith, dianggap akan memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan secara keseluruhan. Sifat egoistis manusia ini tidak akan mendatangkan kerugian dan kerusakan masyarakat sepanjang ada persaingan bebas. Lebih lanjut dijelaskan bahwa setiap orang yang menginginkan laba dalam jangka panjang, tidak akan pernah menaikkan harga di atas tingkat harga pasar.
Jadi jika seorang penjual peniti mencoba menetapkan harga lebih tinggi dari harga yang ditetapkan oleh pesaing-pesaingnya, maka bisnisnya pasti akan hancur. Hal itu, disebabkan orang tidak mau lagi membeli peniti padanya dan berpindah pada pesaingnya. Begitu juga buruh yang menetapkan upah lebih tinggi dari upah pasar akan sulit memperoleh pekerjaan. Selanjutnya tuan tanah yang menetapkan sewa lebih tinggi untuk kesuburan tanah yang sama, tidak akan menemukan penggarap. Pada intinya, tindak tanduk manusia didasarkan pada kepentingan diri sendiri (self interest), bukan belas kasihan dan juga bukan perikemanusiaan.
2. Mekanisme Pasar Bebas
The Wealth of Nations berpendapat dan menghendaki agar pemerintah sedapat mungkin tidak terlalu banyak campur tangan mengatur perekonomian. Perekonomian harus dibuarkan berjalan secara wajar tanpa campur tangan pemerintah, karena pada titik tertentu akan ada suatu tangan yang tidak kentara (invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah keseimbangan (equilibrium). Jika banyak campur tangan pemerintah, pasar justru akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian dalam ketidakefisienan (inefficiency) dan ketidakseimbangan (disequilibrium).
Dengan demikian, walaupun setiap orang mengerjakan sesuatu didasarkan kepada kepentingan pribadi, tetapi hasilnya bisa selaras dengan tujuan masyarakat. Dampak aktivitas setiap individu dalam mengejar kepentingan masing-masing, justru lebih baik dibandingkan dengan tiap orang berusaha memajukan masyarakat. Adam Smith tidak percaya dengan ‘maksud baik’, baik dari perorangan dan dari pemerintah, sehingga mengatakan bahwa jalan ke neraka selalu dihiasi dengan maksud-maksud baik.
3. Teori Nilai
Barang memiliki dua nilai, pertama nilai guna (value in use) kedua nilai tukar (value in exchange). Nilai tukar atau harga suatu barang ditentukan oleh sejumlah tenaga (labor) yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut. Harga labor merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tenaga ‘labor‘ yang dicurahkan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Harga labor adalah upah yang diterimanya dalam menghasilkan barang tersebut. Tingkat Upah sekaligus menentukan perbedaan tingkat keterampilan labor.
Hubungan nilai guna dan nilai tukar, dijelaskan bahwa suatu barang yang mempunyai nilai guna tinggi kadang-kadang tidak mempunyai nilai tukar. Sebaliknya, ada barang yang mempunyai nilai tukar tinggi, tetapi tidak berfaedah dalam kehidupan. Contohnya adalah air dan intan. Dengan demikian, bagi Adam Smith nilai tukar dapat diartikan dengan kemampuan sesuatu barang untuk memperoleh barang lain. Hal itu berarti nilai tukar suatu barang sama dengan harga barang itu sendiri.
4. Teori Pembagian Kerja
Produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan melalui pembagian kerja (division of labor). Pembagian kerja akan mendorong spesialisasi, orang akan memilih mengerjakan yang terbaik sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Adanya spesialisasi berarti setiap orang tidak perlu menghasilkan setiap barang yang dibutuhkan secara sendiri-sendiri. Akan tetapi, hanya menghasilkan satu jenis barang saja. Kelebihan barang atas kebutuhan sendiri itu dipertukarkan atau diperdagangkan di pasar.
Contohnya pembuatan peniti. Jika setiap orang melakukan semua jenis pekerjaan sendiri-sendiri termasuk di dalamnya meluruskan kawat, memotongnya, meruncingkan dan memasangkan kepala peniti, maka hasil yang diperoleh kecil. Akan tetapi jika dilakukan pembagian tugas, yang satu khusus meluruskan, yang lain memotong dan seterusnya, maka hasil produksi peniti secara total akan menjadi lebih banyak. Dengan demikian, pembagian tugas telah menyebabkan setiap orang ahli di bidangnya dan meningkatkan produktivitas.
5. Teori Akumulasi Kapital
Setiap orang berkeinginan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Peningkatan kesejahteraan bisa diperoleh dengan meningkatkan laba. Maka cara terbaik untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya adalah dengan melakukan investasi yaitu membeli mesin-mesin dan peralatan. Dengan mesin dan peralatan tersebut, maka produktivitas labor akan meningkat, yang berarti peningkatan produksi perusahaan. Jika perusahaan melakukan hal yang sama, output nasional, maka berarti kesejahteraan masyarakat akan meningkat pula.
Adam Smith menganggap penting arti akumulasi kapital bagi pembangunan ekonomi. Sistem ekonomi yang dianut sesuai pemikiran Adam Smith adalah sistem ekonomi liberal atau sistem kapitalisme. Salah satu cirinya adalah sistem ini memberikan keleluasaan yang besar bagi setiap individu untuk bertindak dalam perekonomian atau juga diartikan suatu sistem yang sangat menekankan kepada akumulasi kapital dalam pembangunan.

Revolusi Industri 1750 – 1850

6 revolusi industriRevolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Revolusi Industri yang berlangsung di Inggris merupakan tonggak sejarah umat manusia dimana ditandai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Penemuan ini menandai digantikannnya tenaga manusia dalam bekerja dengan penggunaan tenaga mesin. Adanya penggunaan mesin-mesin khususnya di pabrik menjadikan praktek-praktek manajemen dibutukan untuk meramalkan permintaan, menjamin banyaknya bahan baku dan ketersediaannya, memberikan tugas kepada orang-orang mengarahkan kegiataan sehari-hari, mengkoordinir berbagai macam pekerjaan, menjamin agar mesin-mesin tetap dalam kondisi yang baik, menemukan pasar bagi produk-produk jadi dan banyak lainnya.
Embrio dari dua inti manajemen yakni efisien dan efektifitas dalam organisasi merupakan fase awal yang mulai dikenal dalam revolusi Industri. Dua hal di atas, yakni pemikiran dari Adam Smith dan Revolusi Industri menurut Sthepen P.Robin merupakan dua hal yang menjadi latar belakang sejarah berkembangnya manajemen sebagai ilmu pengetahuan, sehingga dari sanalah mulai dijabarkan.

Robert Owen (1771-1858)
7 robet owenRobert Owen adalah seorang manajer pada beberapa pabrik pemintal kapas di New Lanark, Skotlandia dalam tahun di awal 1800-an. pada masa itu, kondisi kerja dan hidup para pekerja sangat buruk. Pekerja anak-anak yang berumur lima atau enam tahun adalah umum dan standar waktu kerja adalah tiga belas jam sehari. Owen menganggap jabatan manajer sebagai pengubah (reform). Ia membangun perumahan yang lebih baik untuk para pekerjanya dan membuka toko perusahaan dimana barang-barang dapat dibeli dengan murah. Ia mengurangi jam kerja menjadi 10,5 jam dan menolak untuk menerima anak-anak dibawah sepuluh tahun untuk bekerja.
Owen tak pernah menyatakan bahwa ia berjuang untuk melakukan perubahan atas dasar kemanusiaan semata-mata. Ia berpendapat bahwa dengan memperbaiki kondisi pekerja maka produksi dan keuntungan dengan sendirinya akan meningkat. Sementara manajer lain memusatkan penanaman modal pada perbaikan-perbaikan teknis, Owen menekankan fakta bahwa yang terbaik dalam menanamkan modal adalah pada pekerja, atau seperti yang disebutnya “mesin vital”.
Di samping melakukan perbaikan menyeluruh pada kondisi kerja dalam pabrik pemintalnya, Owen menetapkan sejumlah prosedur kerja khusus yang juga menyebabkan naiknya produktivitas. Sebagai contoh, pekerjaan seorang buruh dinilai secara terbuka setiap hari. Owen percaya bahwa penilaian terbuka ini bukan hanya memungkinkan para manajer mengetahui letak permasalahan, tetapi juga memberikan kebanggaan dan mendorong persaingan. Dalam organisasi kita masa kini, kebiasaan memasang dan mempublikasikan angka-angka penjualan dan produksi didasarkan pada prinsip psikologi yang sama.
Itulah pemikiran manajemen klasik dari Robert Owen. Dari pengalamannya sebagai seorang manajer membuat Owen mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan pemikiran manajemen yang sistematis dan mampu menyelesaikan masalah manajemen disekitarnya.

Charles Babbage (1792-1871)
8 charles barbaggeCharles Babbage (1792-1871) adalah seorang profesor matematika Inggris yang menggunakan banyak waktunya mempelajari cara-cara untuk membuat pekerjaan dalam pabrik lebih efisien. Ia menjadi yakin bahwa penerapan prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya.
Babbage merupakan penganjur awal dari prinsip pembagian tenaga kerja. Ia percaya bahwa setiap pekerjaan dalam pabrik harus dipecah sehingga bermacam-macam keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan. Setiap pekerja kemudian dapat dididik dalam satu keterampilan khusus dan harus bertanggungjawab hanya pada sebagian dari keseluruhan proses (bukan pada keseluruhan). Dengan cara ini, waktu pendidikan yang mahal dapat dikurangi, dan pengulangan yang terus menerus dari setiap pekerjaan akan meningkatkan keterampilan pekerja dan menambah efisiensinya. Dalam pabrik perakitan masa kini, di mana setiap pekerja bertanggungjawab atas pekerjaan yang berulang-ulang yang berbeda-beda, pembagian kerja didasarkan pada gagasan Babbage.
Kontribusi Babbage pada manajemen sekarang jelas bagi kita. Yaitu gagasan mengenai pembagian kerja agar pekerjaan dilakukan lebih efektif dan efisien. Tentunya seorang pekerja harus terampil dalam bidangnya. Dan menurut Babbage, jika pekerja itu sudah melakukannya berulang-ulang, maka keterampilannya bertambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *