Sejarah Manajemen: Manajemen Ilmiah 1870 – 1930

Pelopornya adalah Fredrik Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry Grant, Harrington Emerson. Teori manajemen ilmiah lahir dari adanya kebutuhan untuk menaikkan produktifitas. Di Amerika Serikat, di awal abad ke 20 tenaga terampil tidak banyak. Sehingga perlu dicari cara menaikkan efisiensi. Misalnya apakah suatu pekerjaan dapat digabungkan atau dihilangkan, dan lain-lain upaya efisiensi. Dalam upaya-upaya itu, Fredrik Taylor, yang sering disebut Bapak manajemen ilmiah, menyusun sekumpulan prinsip yang merupakan inti manajemen ilmiah.

Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915)
9 taylorFrederick Winslow Taylor adalah seorang yang disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Dalam buku “Management” dari James Stoner memaparkan keterlibatan Taylor dalam evolusi teori manajemen. Manajemen ilmiah timbul sebagian karena adanya kebutuhan untuk menaikkan produktivitas. Amerika Serikat khususnya, tenaga terampil tidak banyak di awal abad kedua puluh. Untuk mengembangkan produktivitas dicarilah cara-cara untuk menaikkan efisiensi pekerja.
Taylor mendasarkan sistem manajemennya pada penelitian waktu kerja (time studies) di bagian produksi tempat ia bekerja. Pendekatan ini menandai awal yang sebenarnya dari manajemen ilmiah. Bukannya berdasarkan pada cara-cara bekerja tradisional, Taylor menganalisis dan mengukur waktu gerakan-gerakan yang dilakukan oleh buruh pabrik baja dalam serangkaian pekerjaan. Dengan penelitian waktu sebagai dasarnya, Taylor dapat memecahkan setiap pekerjaan ke dalam komponen-komponennya dan merancang cara pengerjaan yang tercepat dan terbaik untuk setiap pekerjaan. Dengan demikian ia menentukan seberapa pekerja akan dapat bekerja dengan peralatan dan bahan yang tersedia.
Walaupun metode Taylor menghasilkan peningkatan-peningkatan produktivitas dan upah yang lebih tinggi pada keadaan tertentu, pekerja dan serikat buruh mulai menentang pendekatannya. Seperti para pekerja di Midvale, mereka takut bahwa pekerja yang bekerja lebih keras atau lebih cepat akan cepat menghabiskan pekerjaan apapun yang tersedia dan akan berakibat pemberhentian pekerja. Kenyataan bahwa para pekerja telah diberhentikan di perusahaan Simonds dan organisasi lain yang menggunakan metoda Taylor menyebabkan kekhawatiran itu. Dengan tersebarnya gagasan Taylor, penentangnya pun berkembang. Makin banyak pekerja menjadi yakin bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan apabila metoda Taylor digunakan.
Namun Taylor menjelaskan filsafatnya, Ia berkata bahwa gagasannya itu berdasar pada empat prinsip:
1. Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya metoda yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2. Pemilihan yang ilmiah terhadap pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggungjawab atas tugas yang paling cocok baginya.
3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk para pekerja.
4. Kerjasama yang erat dan bersahabat di antara manajemen dan pekerja.
Taylor mengatakan bahwa agar supaya prinsip itu dapat berhasil, dibutuhkan suatu “revolusi mental menyeluruh” di pihak manajemen dan pekerja. Daripada bertengkar mengenai keuntungannya masing-masing, mereka harus bersama-sama berusaha menaikan produksi. Dengan jalan itu, keuntungan akan ditingkatkan sampai ke tingkat di mana pekerja dan manajemen tidak akan berselisih. Singkatnya, Taylor berpendapat bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kesamaan kepentingan dalam meningkatkan produktivitas.

Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth ( 1868 -1924 dan 1878 – 1917 )
10 frankMereka adalah suami istri yang berkecimpung dalam mengembangkan manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor study gerak dan waktu, mengemukakan beberapa teknik manajemen yang di ilhami oleh pandapat Taylor. Dia tertarik pada pengerjaan suatu pekerjaan yang memperoleh effisiensi tertinggi. Sedangkan Lilian Gilbreth cenderung tertarik pada aspek-aspek dalam kerja, seperti penyeleksian penerimaan tenaga kerja baru, penempatan dan latihan bagi tenaga kerja baru. Bukunya yang berjudul The Pshicology of Management menyatakan bahwa tujuan akhir dari manajemen ilmiah yaitu membantu para karyawan untuk meraih potensinya sebagai mahluk hidup.

Hendry Laurance Gantt ( 1861 – 1919 )
11 henry granttHenry Laurence Gantt adalah seorang konsultan manajemen sekaligus seorang insinyur tekhnik mesin berkebangsaan Amerika. Karnyanya yang paling terkenal adalah Tabel Gantt ( Gantt Chart ) pada sekitar tahun 1910-an. Tabel Gantt ini pada awalnya ia gunakan untuk mengatur pelaksanaan manajemen pelaksanaan proyek insfrastruktur yang antara lain pembangunan Bendungan Hoover dan jalan lintas negara bagian, yang kemudian temuannya ini menjadi alat penting untuk pelaksanaan manajemen proyek selanjutnya.
Gantt lahir di Calvert County, Maryland, Amerika Serikat. Ia adalah lulusan sekolah menengah McDonogh tahun 1878, yang kemudian melanjutkan studinya di John Hopkins University. Setelah lulus ia menjadi seorang dosen dan penulis, sebelum akhirnya menjadi seorang ahli mesin. Pada tahun 1887 ia bekerja sebagai konsultan manajemen dengan bergabung dengan Tim Frederick W. Taylor untuk mengaplikasikan sistem pendekatan manajemen ilmiah untuk perusahaan peleburan besi Midvale Steel dan Betlehem Steel, hingga tahun 1893. Pada akhir karirnya sebagai konsultan Manajemen, ia manemukan metode manajemen yang dinamai Gantt Chart, di mana ia merancang sistem “task and bonus” untuk pola penggajian juga merancang sebuah metode ukur produktifitas dan efisiensi kerja. Ternyata Henry Gantt pernah kuliah, sekaligus menjadi alumni Stevens Institute of Technology dan tinggal sekamar di asrama dengan Frederick Winslow Taylor. Untuk karya dan perannya membangun teori dan alat ukur manajerial ia mendapat medali penghargaan dari ASME ( American Society of Mechanical Engineers ).
Teori manajemen Produksi Henry Gantt menghasilkan banyak temuan, yang antara lain :
1. Tabel Gantt (Gantt Chart),12 gantt chart hingga kini karya ini masih dianggap relevan untuk digunakan sebagai alat manajeman. Dia membut sebuah grafik penjadwalan sebgai alat untuk aplikasi perencanaan dan pengawasan sekaligus merekam keseluruhan perjalanan proyek. Dalam bahasa modern-nya tabel ini dinamai PERT (Program Evaluation and Review).
2. Industrial Efficiency, efisiensi industri hanya bisa terlaksana jika ada analisa ilmiah menyeluruh pada keseluruhan aspek yang ada dalam suatu pekerjaan. Tujuan adanya Manajemen Industri yang utama adalah melakukan peningkatan sistem untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan kecelakaan kerja.
3. The Task and Bonus System, ia merancang adanya bonus tambahan bagi manajer yang tergantung pada bagaimana manajer itu menyikapi karyawan dan meningkatkan kinerja mereka.
4. The Social Responbility of Business, ia percaya bahwa sebuah perusahaan memiliki tanggungjawab untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitar tempatnya berada.
Gantt menciptakan banyak macam tabel ukur. Ia menciptakannya agar pemilik perusahaan dan penyelia dapat mengetahui dengan seksama apakah proses produksi sesuai penjadwalan, lebih cepat dari jadwal atau terlambat dari jadwal. Alat ukur manajeman modern masih mencantumkan aspek penilaian ini hingga saat ini

Gantt (1903) menjelaskan tentang adanya dua tipe bagan kerja :
1. “man’s record”, menunjukkan apa yang pekerja lakukan, dan apa yang seharusnya mereka lakukan.
2. “daily balance of work”, menunjukkan data jumlah pekerjaan yang ada, dan berapa jumlah pekerjaan yang terlaksana.
Gantt memberikan contoh dalam pelaksanaan pekerjaan yang membutuhkan beberapa hari untuk diselesaikan. Pada bagan ditunjukkan dua lajur, yang satu menunjukkan hari dan yang lain menunjukkan bagian-bagian pekerjaan yang harus dilakukan. Dicantumkan pula dalam bagan tersebut jumlah pekerjaan yang diharapkan selesai berdasarkan waktu dan kenyataan pelaksanaannya. Laporan perkembangan kerja harian ini kemudian di total secara keseluruhan. Ada petunjuk dari bagan tentang kapan hari suatu pekerjaan dimulai dan kapan seharusnya selesai. Keseluruhan metode ini dinamai Metode Perekaman dan Penjadwalan Kerja. Dalam tulisannya pada tahun 1903, Gantt juga menemukan sebuah metode yang dinamai production cards, kartu-kartu kerja yang diisi oleh operator tentang berapa pekerjaan yang dapat dilakukan setiap harinya.
Di tahun 1916 bukunya yang berjudul “Work, Wages, and Profits” ia menjabarkan secara jelas tentang pelaksanaan penjadwalan kerja di atas. Tetapi di bagian yang lain ia juga menjelaskan bahwa tabel di atas tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan baik jika manajer tidak mampu membacanya dengan baik, atau tidak peduli pada data yang diteliti. Pada 1919, bukunya yang berjudul “Organizing for Work” ia menyampaikan dua prinsip penting mengenai tabel tersebut. Yang pertama, mengukur jumlah aktivitas yang ada berbanding dengan jumlah waktu yang dibutuhkan. Kedua, pada akhirnya data tersebut dapat mewakili berapa jumlah ideal kerja yang mampu dilakukan dalam satu satuan waktu.

Harrington Emerson ( 1853 – 1931 )
14 emersonPrinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah Management by Objek (MBO). Pemborosan dan ketidak-efisien adalah masalah-masalah yang dilihatnya sebagai penyakit system industri. Oleh sebab itu dia mengemukakan 12 prinsip-prisip efisiensi yang sangat terkenal, yaitu :
1. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
3. Adanya staf yang cakap.
4. Disiplin.
5. Balas jasa dan adil.
6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akutan dan ajeg – sitem informasi dan akuntansi.
7. Pemberian pemerintah – perencanaaan dan pengurutan kerja.
8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
9. Kondisi yang distandardisasi.
10. Opersi yang distandardisasi.
11. Instuksi-instruksi praktis tertulis yang standar.
12. Balas jasa efisiensi – rencana insentif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *